Pendugaan Parameter Copula dengan Pendekatan tau Kendall pada Data Indeks Harga Saham Gabungan

06 Jun 2020 imran Alwi 0 Materi Statistika

Pada umumnya, kasus-kasus dibidang keuangan seringkali dijumpai data yang sebarannya tidak normal atau bahkan dipaksakan dengan asumsi sebaran normal. Salah satu kondisi dibidang keuangan yang tidak pasti yaitu saham. Saham adalah salah satu instrumen investasi yang nilainya jualnya berdasarkan kinerja perusahaan penerbit saham dan diperdagangkan di bursa saham dengan imbal hasil sejumlah tertentu tergantung jenis sahamnya. Sedangkan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) adalah suatu nilai yang berfungsi sebagai pengukuran kinerja suatu saham gabungan di bursa efek. Pergerakan pasar yang tidak pasti memunculkan risiko yang biasa berasal dari internal perusahaan penerbit saham seperti laporan keuangan atau kondisi keuangan perusahaan ataupun dari eskternal pasar seperti sentimen pasar, perkembangan politik dan sosial negara, dan lain-lain. Sehingga manajemen yang baik mutlak diperlukan dalam mengelola risiko-risiko yang mungkin muncul.

Analisis copula merupakan suatu metode alternatif untuk mengatasi masalah ketidaknormalan dan dependensi antar variabel. Analisis copula sering dijadikan sebagai metode alternatif untuk mengatasi masalah terlanggarnya asumsi-asumsi dari suatu model regresi. Penggunaan analisis copula pada kasus multivariat sangat sulit dilakukan untuk mendapatkan fungsi copulanya. Oleh karena itu, dikembangkan pendekatan lain yaitu vine copula. Konsep dari vine copula adalah mendekomposisi fungsi copula multivariat menjadi fungsi copula berpasangan (copula bivariat).

Data yang digunakan pada kasus ini adalah data sekunder bulanan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI periode januari tahun 2010 sampai desember 2014. Untuk memperoleh laporan keuangan perbankan dapat diakses pada situs www.bi.go.id dan www.imf.org.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan. Pada tahun 2010 IHSG paling rendah dibandingkan tahun-tahun berikutnya. Pada tahun 2011 IHSG juga menunjukkan trend turun dan trend naik. Hal ini diakibatkan krisis ekonomi global yang melanda Amerika Serikat. Tren kenaikan grafik IHSG dapat tahun 2013 yang dikarenakan The Fed mulai mengeluarkan kebijakan stimulusnya. Hal ini mengakibtakan para investor menganggap Indonesia sebagai tempat investasi yang baik sehingga tahun 2014 pertumbuhan IHSG mengalami peningkatan cukup tinggi dikarenakan bertambahnya jumlah investor pada Gambar berikut :

 

Pada kasus ini parameter copula yang diduga untuk mengidentifikasi hubungan antar variabel salah satu keluarga copula eliptik yaitu copula gaussian. Jika hubungannya mengikuti copula gaussian, maka hal tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan linear antar keduanya. Selain itu, mengidentifikasi hubungan antar variabel dari keluarga copula archimedean yaitu copula Clayton, frank, dan gumbel. Jika hubungannya mengikuti copula gumbel, Clayton, atau frank, artinya terdapat kejadian ekstrim dan terdapat hubungan di titik ekstrim.

Pada Tabel 1 dapat dilihat bahwa dengan copula teridentifikasi ada hubungan IHSG dengan inflasi, nilai tukar, dan suku bunga. Jika hubungannya mengikuti copula Gaussian, maka hal tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan linier antar keduanya. Jika suatu hubungan mengikuti copula gumbel, clayton, atau frank berarti terdapat kejadian ekstrim dan terdapat hubungan di titik ekstrim.

 

Copula gumbel merupakan copula yang memiliki tail hubungan di bagian atas. Hal ini menunjukkan ketika variabel penjelas hanya memiliki hubungan dengan variabel respon ketika variabel penjelas sangat tinggi, sementara ketika variabel penjelas rendah, maka keeratan hubungan antara keduanya rendah (tidak memiliki hubungan). Pola hubungan yang mengikuti copula clayton menggambarkan bahwa terdapat kejadian ekstrim pada nilai yang rendah, dan terdapat hubungan antara kedua variabel tersebut ketika nilai keduanya rendah, semakin tinggi nilai pengamatan pada variabel tersebut, maka hubungan antara keduanya semakin lemah karena copula ini memiliki tail hubungan di bagian bawah.

Untuk copula frank tidak memiliki tail atas maupun bawah, sehingga menyerupai copula Gaussian. Copula frank menunjukkan bahwa hubungan yang sangat erat antara IHSG dengan nilai inflasi, nilai tukar, dan suku bunga terjadi ketika IHSG dengan inflasi, nilai tukar, dan suku bunga sangat tinggi dan sangat rendah.

 

BY: imran Alwi

Artikel terkait

Belum ada komentar, Jadilah yang pertama mengomentari.